Yang membuat pikiranku melayang-layang adalah, dimana kondom-kondom yang bekas dipakai Oom Bonny itu. Aku mulai menyadari bahwa ‘kesengsem’-ku ini memang telah merebak dan menjangkit pada nafsu birahiku. Bokep Duuhh.. Bau asem celana dalam mereka membekap hidungku. Aku langsung bergegas menuju kamar tidur majikanku. Aku berusaha untuk bisa menjilat habis keringat-keringat telapak kaki Oom Bonny yang tertinggal di permukaannya.Demikian pula saat aku membersihkan sepatu Tante Indri. Salahkah aku?Begitulah hari-hariku telah berjalan sesuai apa yang seharusnya berjalan. Aku melihat lagit-langit kamar yang berputar-putar dan semakin menjauh. Tidak jarang sepanjang mencuci celana dalam Oom Bonny atau milik Tante Indri kujadikan masker. Saat bibirku menyentuh pinggiran gelas itu aku merasakan seakan bibirku bersentuhan dengan bibir Bu Indri. Makin nyata bentuknya yang mirip balon yang belum tertiup.




















