“Tidak”, Erik masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa. Vidio XNXX Bosan dengan posisinya, Erik membalikkan posisi tubuhku menjadi telungkup. Artis ya?”
“Mungkin ya..”, kata Bunda Risa sambil tertawa kecil. “Erik sudah pulang!!”, pikirku senang.Aku pun berlari keluar kamar untuk menyambutnya. Dia sangat memanjakan aku. Kehadiran mereka membuatku setidaknya “lupa” akan kemalangan yang baru saja menimpaku. Kita akan kedatangan seseorang yang sangat istimewa”, katanya sambil tersenyum hangat. Jantungku terasa berhenti mengingat kejadian itu. Artis ya?”
“Mungkin ya..”, kata Bunda Risa sambil tertawa kecil. Tak lama, Aryo temanku yang sepertinya suka denganku datang, sambil menyerahkan hadiah, dia mencium kedua pipiku. Aku terlalu malu untuk memandang wajahnya.“Aku rasa, kamu sudah siap untuk permainan selanjutnya..”
Erik tertawa kecil, sedikit kemarahan masih tersisa pada dirinya. Tak lama, aku pun tertidur lelap.Hari ini adalah ulang tahunku yang ke-14.




















