Aku bahagia ketika itu, sangat bahagia, seperti orang jatuh cinta pada umumnya. Aku juga tidak sungkan mengajaknya makan malam. Bokep Asia Cinta tidak pernah memilih pada siapa dia akan jatuh, akupun tidak pernah memilih akan jatuh cinta kepada siapa. Setiap hari bertemu mas Deden, hampir setiap hari makan siang dengannya, mendengar suaranya dan semua hal tentangnya membuat jantungku berdebar tidak karuan. Ingin sekali aku menepis semua itu, tetapi apa yang mereka katakan benar. Semakin panaslah situasi yang aku alami, semua teman-teman sekolah menjauhkanku, tidak ada rekan kantor yang mau bicara denganku, bahkan mereka cenderung memusuhiku. Sedalam apapun penyesalanku, itu tidak akan menghapus luka yang sudah aku tinggalkan di hati sahabatku sendiri. Biarlah kehidupan di masa laluku menjadi sebuah bekas luka. Dan pada saat itu, meledaklah apa yang aku takutkan.




















