“Ayo lepas semua!”, perintahnya memintaku membuka pakaianku. Wajahnya aneh, berperawakan kurus kerempeng, dengan kacamata tebal, kulit putih dan rambutnya yang sedikit kribo, seperti seorang kutu buku. Bokep STW Kamarnya sedikit berantakan, tidak ada tempat duduk selain berduduk di kasurnya. Dan tampak dia sudah tidak tahan, ia kemudian menjambak rambutku dan menarik kepalaku hingga mengentuhkan wajahku ke penisnya. “Di siang bolong gini?”, tanyaku.“Tenang aja cantik, lu cukup nyepongin gue aja kok…”, balas Chandra. Biasanya aku main ke kamar Mas Wahyu jika sedang bete, dan kadang-kadang dia yang naik ke lantai dua untuk mengunjungiku jika ia merasa ingin bercinta.Aku masuk ke kamarku seperti biasa, pulang dari sekolah, mandi dan segera istirahat. Aku pikir kalau dia macam-macam, aku bisa melawannya, apalagi tubuhnya kerempeng begitu, aku juga bisa saja teriak minta tolong.“Nama gue Chandra…”, dia memperkenalkan diri sambil ingin berjabat tangan denganku.




















