Kami saling tersenyum, “beeerrrattt” ucapnya manja, ketika separuh berat badanku kusandarkan padanya. Bokep China “hhmmmpphh…” desahnya pelan. Aku pun makin ganas memainkan toketnya, ku hisap dan kadang ku gigit pelan. Tiba-tiba saja dia langsung mengambil buku-bukunya, memasukkan ke tasnya dan segera berdiri “aku mau pulang” katanya dengan ketus.Aku mencekal tangannya, dia mengibaskan tanganku, mungkin karena malu aku memergokinya dia jadi emosi. Tangan kananku meremas dan memainkan toket kirinya, sedangkan tangan kiriku perlahan menarik selimut yang masih menghalangi tubuh kami. Aku mengangguk sambil tersenyum, kupeluk tubuhnya dan kubiarkan dia meletakkan kepalanya di dadaku. “Kaosmu buka aja sekalian ya? Film di monitor komputer mulai habis, berganti dengan gambar screen saver foto-fotoku. Terus kumainkan pinggulku dan perlahan menaikkan ritme, semakin cepat dan semakin cepat. Aku tersenyum, lantas mencium bibir dan keningnya. pada kemana?” tanyanya. Aku harus merasakan keperawanan Vina. “remesin toketku donk. Sesekali kuarahkan bibirku ke telinga dan lehernya, kuhisap, kujilat




















