“Kenapa?” tanya Anisa
” Maaf Nisa ? Bokep Rusia Kami memutuskan esok pagi kami harus pulang. Aneh bin ajaib, Anisa tampak sudah berkurang merasakan kedinginan malam itu, seperti aku juga. Lalu aku pulang. Veggy’nya. dia rupanya sudah melepas celana dalamnya sedari tadi. Kami sepakat untuk menjodohkan anak kami kelak, jika Tuhan mengijinkannya… Veggy’nya, dia tersenyum, bulunya ku tarik-tarik, dia meringis, dan apa yang terjadi ? Anisa minta istirahat dan berteduh di sebuah pohon sangat besar. Kami mendapatkan tempat ditepi jurang terjal dan ada goa kecilnya, serta ada sungai yang bening, tapi rimbun dan nyaman. Cincin Anisa hanya mampu melingkar di kelingkingku, kalungku langsung dipakainya, setelah dikecupinya. Tak kalah pula dia mengocok-ngocok ‘Mr. Rombongan terdiri dari 5 laki-laki dan 5 wanita. “Dingin banget” katanya. Kami tersesat di tengah hutan lebat. Tak lama kemudian dia minta aku yang berbaring, ‘Mr. Sekejap saja hari menjadi gelap gulita, dengan tiupan angin kencang yang




















