Biaya berapapun aku keluarkan demi si buah hati. Setelah pelukan hangat itu mampu membuat dr.Ari puas aku melepaskannya. Bokepindo Dia melihat payudaraku dengan sangat jelas, kedua payudaraku diremas-remas dengan penuh birahi,“mmm….aaaaaaaahh..nikmat sekali dok…terus dokk..aaaaahhh…..”Remasan payudara yang sangat dahsyat sekali. Ujungnya aku masukkan ke dalam mulutku pelan-pelan. Aku dan suamiku sama-sama bekerja setiap malam juga jarang melakukan ML.Sekalipun ML cepet sekali kita merasa puas, terutama suamiku. Dr.Adi menggodaku dengan kalimat-kalimat yang menjurus pada hal seksual,“sayang sekali ya bu Sinta, padahal ibu cantik loh makin cantik kalau lagi cemberut gini….”“aahhh…dokter bisa aja sih….” Aku sedikit tersenyum dengan rayuan gombalnya.Entah pagi itu ketika pasien mulai sepi sekitar jam 10 siang. Mungkin itu yang membuat aku lama sekali tak mendapatkan anak. Sampai aku resign bekerja biar cepat dikaruniai seorang anak. Garisnya lama sekali naik keatas hanya satu strip saja.




















