Sambil memelukku dan menciumku, “Makasih ya Rull..”, katanya sambil menyelipkan sesuatu ke dalam genggaman telapak tanganku.“Saya juga terima kasih, Bu.. Bokep Ojol aku.. Kupencet bell yang ada di samping pintu gerbang. Pikiranku melayang dan mengkhayal apa yang telah aku lihat pagi tadi. Aku kemudian mengambil posisi jongkok, kupelorotkan celana senamnya maka terlihatlah olehku benda yang tertutup oleh rambut-rambut kecil yang sedikit basah sudah terpampang di hadapanku. aduh.. saya perhatikan Ibu hampir tiap minggu ke sini ya Bu?” namun pembicaraan ini tiba-tiba terputus. “Maafkan saya Bu, saya nggak bermaksud untuk menolak permintaan Ibu. tapi oke lah kalo nggak bisa.. Namun karena aku tidak punya keahlian apa-apa, aku hanya dijadikan tukang cuci rambut para pelanggan sebelum dipotong.Pekerjaan ini aku terima dengan ikhlas.




















