Mendengar omelanku, Joko terdiam. Bokep China masih ada satu setengah jam lagi, aku menyiapkan seragamku, putih abu-abu.Juga tas sekolahku, yang membuatku teringat tentang obat perangsang itu. Tapi baik kalau bawain makanan aja ya? Aku sudah tak merasa lapar lagi setelah sarapan sperma dan cairan cintaku sendiri.Mereka bertiga akhirnya duduk mengatur nafas mereka yang masih memburu. Seperti biasanya, pak Mamang menawarkan diri untuk mengantarku, tapi kutolak halus karena aku ingin menyetir mobil sendiri.Dalam perjalanan, aku mengingat-ingat kejadian pagi ini, dan membayangkan besok aku harus melayani mereka bertiga lagi karena kokoku kuliah pagi sampai siang.Hmm, sebelum ke sekolah? aku sedikit lega, dan melihat jam, yang ternyata sudah jam 08:15 pagi.“Lalu, sejak jam berapa kamu nggghh… ” belum selesai aku bertanya, Joko sudah mulai menggenjotku dengan tak sabar, hingga aku melenguh, keenakan.“Oh..




















