“ Apakah kamu mau melihat yang lebih lagi dari yang kamu lihat pada waktu malam itu, sayang?” Aku bertanya lagi kepada anak ku, dengan suara yang halus sedikit pelan tetapi perkataan ku itu seperti memecah keheningan.Wajah anak ku terlihat seperti dipenuhi dengan kebingungan, akibat pertanyaan ku, dan kepalanya perlahan lahan mulai setengah mengangguk dengan pelan, dan matanya kembali menatap kearahku. Aku menganggukan kepala dan kembali tersenyum kepadanya sambil menatap dia di seberang meja. Bokep JAV “ Mmm..Setelah kamu…., kamu tau kan itu…,setelah kamu memuaskan dirimu dengan seperti itu, apakah kamu merasa lebih baik?”, aku bertanya sambil merasakan sesuatu yang terus menerus mulai membasahi diantara kedua belah pahaku.“Kadang”, dia menjawab pertanyaanku.




















