Sara melirik ke arah Erik yang sedang duduk di meja pojok bersama Tomi. “Tidak”, Erik masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa. Bokep Tante Sakit!! Nafasnya terdengar berat penuh dengan kemarahan dan birahi. Kenapa??!!”
Dia melihatku dengan pandangan marah. Aku nggak marah kok. Dan itu sudah lebih dari cukup bagiku. Erik mulai meremas-remas payudaraku yang belum tumbuh seutuhnya. Nafasnya terdengar berat penuh dengan kemarahan dan birahi. Jantungku terasa berhenti mengingat kejadian itu. Di sana, banyak anak-anak yang sebaya denganku. “Hmmphh..”
Untuk pertama kalinya aku merasakan ada getaran yang aneh pada tubuhku. “Ahh..”
Aku mulai menikmati getaran aneh pada diriku. Erik masih menindihku dan mulai menciumi punggungku. Erik sangatlah baik padaku. Erik melepaskan kemejanya dan celananya, masih memandangiku. Erik melihatku dengan penuh nafsu. Sensasi yang tidak pernah kurasakan sebelumnya. Dan itu sudah lebih dari cukup bagiku. Akhir-akhir ini, kami memang jadi sering membicarakan soal cowok.




















