“Boleh ya..?” tanyaku dan tanganku mencoba masuk ke dalam CDnya untuk kedua kalinya. Bokeb Kehadirannya telah menyita perhatian semua karyawan yang bekerja di sana, tidak hanya karyawan tempat perusahaan Vionita berkerja, PT xxx, tapi semua perusahaan yang menyewa tempat tersebut. “Mas.. Cukup lama aku mengajarinya komputer hingga waktu makan siang tiba. Setiba di ruangan tersebut, langsung saja kulumat bibir tipisnya.. Kali ini ia tidak menjawab dan hanya mengangguk. “Lapar yang mana nih? Perusahaan aku saat itu menyewa sebuah rumah yang dijadikan kantor. Sambil terbata-bata kutanya dia, mau dikeluarkan di mana? Sungguh besar juga libido Vionita yang keturunan Arab ini, terbukti gerakannya seperti membabi buta ketika dia membelakangiku. Kini kami telah berhadapan naked. Sementara aku mulai mencoba menelanjanginya. Ya dua-duanya dong, terserah kamu mana yang mau diatasi lebih dahulu, perut atau bawah perut?” kataku kini dgn mengelus pahanya. Kerasan kerja di sini?” pertanyaan yang benar-benar retoris, hanya sebagai




















