Ketika matahari bersinar, aku menggosong. Bokep Asia Di dekat tiang lampu merah, sekitar beberapa meter dari tempatku berdiri, ada seorang anak laki-laki berambut kusut berpakaian kusut menenteng kantong-kantong plastik hitam yang juga kusut. Aku tidak tahu tapi aku teramat jengkel dengan diriku sendiri. Pikiranku mendadak kacau. Itu karena anak perempuan dalam mobil sedan itu terlihat ingin muntah, jadi dia membutuhkan kantong plastik hitam demi memuntahkan semua isi perutnya. Mereka juga mengeluarkan sebatang rokok. Aku yakin sekali, orang tuanya sudah berhasil mendidiknya dengan ajaran agama. Sedikit-sedikit oleng ke kiri, atau oleng ke kanan. Di dekat semak-semak, tak terlalu jauh dari tepi jalan, di tempat yang agak gelap. Aku mematung di tempatku berdiri. Pikiranku mendadak kacau. Dia menjual, bukan mengemis. “Sudah dapat banyak?”
“Belum. Apa yang ingin mereka lakukan? Kisah-kisah miris semacam itu sudah jadi makanan sehari-hari.




















