Kamipun akhirnya tidur kelelahan setelah bergumul dalam panasnya birahi.Keesokan paginya, Bondan mengantarku pulang ke rumah. Sehingga secara tidak langsung akulah yang menjadi taruhan di meja judi. Bokep Tubuhku mulai menggeliat-geliat tak tahan merasakan rangsangan seluruh tubuhku.Bondan rupanya menikmati tontonan ini, dia memandangi kecantikan wajahku yang kini sedang terengah-engah bertarung melawan rangsangan, nafsunya mulai memanas, tangannya mulai meraba tubuhku tanpa bisa kuhalangi lagi. Toh dia juga yang membelikan gelang itu. Aku meninggalkan mereka di ruang tamu, Mas Aryo kulihat menyerahkan amplop coklat. Kalau tidak pasti aku sudah muntah mendengar kata-katanya itu. Aku mulai bertanya-tanya, sejak kapan suamiku mulai gemar minum-minum arak. Tetapi belakangan ini dia selalu pulang terlambat.




















