Walaupun aku jarang sekali ngomong dengan Tiyas pembokatku ini tapi yang pasti aku selalu memperhatikannya. Bokep Japan dia pun mendesis. Orang tua selalu saja sibuk dengan urusan kerjanya sendiri membuat aku kesepian dan juga rumah tidak ada yang mengurus, aku gak mau mengurus rumah karena rumah yang terlalu besar maka aku minta mamahku mecari seorang pembokat. Akung dia tidak mempersilahkan Aku menuju ronde kedua. aw” pintanya.Akupun mengehentikan aksi Aku sejenak.”lagi mas” pintanya lagi.dan pada saat itu Aku benamkan seluruh burung Aku kedalam Memeknya. Setelah aku masuk rumah aku terus melihat Tiyas, aku pikir Tiyas pasti tau kalau aku melihatnya, tapi yang aku heran Tiyas bersikap biasa saja seakan sudah terbiasa. Diapun beranjak dari kamar Aku dan mandi.




















