“…”, aku hanya diam. Bokep Thailand “hah, kok bisa?”. “emang bener?”, tanya Mbah Centeng kepadaku. Perlahan aku memasuki rumah Mbah Centeng, dan langsung menuju ruangan praktek Mbah Centeng. Kemudian, aku pergi ke salon sambil was-was, takut-takut ada hantu Wawan di kursi belakangku. Itulah sebabnya aku tidak mau menerimanya menjadi pacarku, yah aku memang tidak mempermasalahkan wajahnya yang jelek, culun dan jerawatan itu. Saat di toilet, aku berkaca untuk merapikan make-upku, tapi tiba-tiba aku melihat sesosok orang dan ternyata itu adalah Wawan menatapku dingin. “wah, dek Vina udah siap ya? “cinta sih cinta, tapi kan lo beda dunia sekarang, mendingan sekarang lo jangan ngikutin neng Vina lagi, kalau gak gue kepret, jadi babi lo”. “bener,, lagian kan, dek Vina cuma dientot doang”.




















