Vinca mengambil amplop dari tangan gua dan buru buru mengenakan pakaianya tanpa membersihkan badanya terlebih dahulu. Bokeb “Hey!” bentak Nana sambil mendorong Vinca hingga terjatuh di lantai. Vinca terlihat canggung karena keberadaan Nana. Desahan Vinca semakin lepas. Hahaha.” Kata gua mengingatkan Vinca akan tingkah cabulnya. Gua mengarahkan jempol kaki gua dan gua tusuk kedalam memeknya.”AHHhhh…” Vinca otomatis mendesah begitu kaki gua menyentuh memeknya. Jangan sampai kamu ga makan dan nanti ikutan sakit.” Kata gua sambil mengajak Vinca ke ruang makan. Vinca mengulum jari gua dengan ekspresi jijik. “Bersihin kontol aku dulu say.” Kata gua ke Nana. Nana masih belum menelan peju gua padahal biasanya Nana akan langsung menelan peju gua.




















