Aku hanya mengamatinya dari kamarku saat melihatnya bergerak meronta-ronta di kamarnya.Pagi itu aku sempat menengoknya di kamarnya lalu kusuapi dirinya dengan sarapan pagi nasi goreng buatanku.“Siapa yang masak Mas..” Marissa yang sudah agak tenang, dalam keadaan terikat erat, mulai membuka pembicaraan. Tangannya sudah terikat erat ke belakang oleh tali plastik warna kuning yang melilit dan melingkari buah dadanya yang menyembul. Bokep Asia Hidup yang penuh kesendirian ini menjadi begitu bergairah.Setiap hari itu juga aku tunjukkan cintaku dan perhatianku padanya, meski tidak pernah aku lepaskan ikatan di tubuhnya. Pada suatu kesempatan yang baik, aku berhasil mengundangnya makan siang, keluar sebentar dari kantornya.Berusaha aku menyatakan ketertarikanku.. “Apa yang kamu lakukan Mas Dody.. Yach begitulah ceritanya.“Mmmpphh.. Praanngg!!”Lamunanku buyar saat kulihat Marissa meronta-ronta hingga kakinya menendang gelas wineku hingga terjatuh dan pecah!“Crreett..”Lakban yang menutup matanya aku lepas.




















