Ketika sampai di rumah Anisa, aku disuruhnya langsung pulang, enggak enak sama tetangga katanya. Bokeb Pelukan kami semakin erat, seiring dengan kencangnya deras hujan yang dingin. ” Hangat bu ?” tanyaku ” iya, hangat sekali, yang kenceng dong meluknya ” pintanya. Acara liburan ini sebenarnya amat tidak didukung oleh cuaca. Veggy’nya dengan jariku, menjilati sekujur bagian dagu. Anisa merangkulku, “Dingin” katanya, aku peluk saja dia erat-erat. basah semua, tolong pakein aku jeketmu dong ?” pinta Anisa. Sebab seluruh baju yang kami bawa basah kuyup oleh hujan. Anisa mencubiti aku, menjambak rambutku, rupanya dia ” keluar”, dan menjerit kenikmatan, lalu aku menyusul yang “keluar” dan oh,,,,oh…oh….muncratlah air maniku dilubang ‘Ms. Lalu aku pulang. Aku memakaikan jaket parasut itu ketubuh Anisa. Veggy’ itu tanpa rasa jijik pula. Aku masih merasakan getaran-getaran aneh di hatiku, tatapan Anisa masih menantang dan panas, senyumnya masih menggoda.




















