Tapi aku tak berani melangkah lebih jauh, soalnya ada tiga teman aku di ruangan tersebut.Peter terlihat sangat tertarik ke Diah, dia berbaring di sisi lain dari Diah. Asyik juga.“silakan duduk,” kata seorang tante dengan dandanannya yg menor.Aku menebak ini pasti germonya yg biasa dipanggil Mami.“Mau pesan berapa wanita?” tanya si Mami.“Pesan…” pikir aku, seperti barang saja.“Tolong panggilin 8 orang wanita dong!” jawab si Peter dengan bahasa yg lebih halus. Bokep Mama Di ruangan pertama terdapat cafetaria atau semacam restoran. Teman-teman tahu dong maksud aku? Akhirnya aku bertanya ke Diah,“Aing ngantuk nich, cari hotel saja ya?” Jawabannya sangat mengagetkan,“Siapa takut… tapi aku nggak mau berdua… maunya ente semua ikut.”Saat itu yg timbul di benak aku adalah dia tak mau bersenggama, jadi cuma tidur ramai-ramai. Kami yg dibelakang harus membungkuk dan bersembunyi.




















