Otomatis aku peluk erat-erat dan semakin erat.Aneh bin ajaib, Anisa tampak sudah berkurang merasakan kedinginan malam itu, seperti aku juga. Veggy’nya.Di atas batu yang ceper nan besar, Anisa membaringkan diri dengan posisi menantang, dia menguakkan selangkangngannya, ‘Ms. Bokep Ojol Dia menyodorkan uang dua lembar lima puluh ribuan, aku menolaknya, biar aku saja yang membayar Taxi itu.Lalu aku pulang.Hari-hari berikutnya di sekolah, hubunganku dengan Anisa guru biologiku, nampak wajar-wajar saja dari luar. Kami kebingungan sekali, bahkan berteriak memanggil-manggil mereka yang berjalan duluan. Tak ada sahutan sedikitpun, yang terdengar hanya raungan monyet-monyet liar, suara burung, bahkan sesekali auman harimau.Anisa sangat ketakutan dengan auman harimau itu. “Kenapa?” tanya Anisa” Maaf Nisa ? Penny’ku. ” Jahat kamu Rangga, aku kalah terus sama kamu ” Ujarnya lagi. Tiba-tiba dia memelukku lagi.“Dingin banget” katanya. ‘Ms. Penny’ku masuk ke ‘Ms.




















