Sungguh diluar ekspektasi, yang kupikir dia itu kutu buku, autis, gak asik, taunya…nakal juga. Bokep Cina Hendy mengerti maksudku, sehingga dia berhenti meminta. karena sebelumnya akupun tidak berani memperlihatkan bagian sensitifku kepada lelaki selain pacarku. yauda sini kalau mau”, jawabku bercandaTanpa ada jeda, dia langsung menjawab,
“mau liat dong chel..”, pintanya sambil lagi-lagi memperlihatkan senyum malunya itu“hah? Selamat malam teruntuk kamu yang mungkin saat ini sedang merebahkan diri, melepas lelah dari segala penat dan kejenuhan hari. buat cari temen dulu”, jawabnyaPercakapan sederhana itu berlanjut dengan membahas pekerjaan, kesukaan, dan bahasan lain yang biasa dilakukan orang yang baru kenalan. “hi chel”, katanya
“hallo kak” kujawab
“tinggal dimana”, tanyanya
“di ***** kak, kamu sendiri?”
“oh deket, aku tinggal di ****** ***”
“kenapa main ****** kak?
















