“Apa syaratnya, Mas?” tanyaku penasaran. Kadang dikantor saat lembur kerja, kadang dibioskop, kadang ditaman, kadang juga dipantai, dan masih banyak lagi tempat yang kita jadikan untuk melampiaskan nafsu Sex aku dan mas Ajik. Bokep Montok Mas Ajik pun hanya terdiam dan meninggalkanku begitu saja tanpa kata-kata.Sejak saat itulah sifat mas Ajik sedikit demi sedikit mulai berubah. Sehingga secara tidak langsung akulah yang menjadi taruhan di meja judi. Kuraih minuman tersebut, dan mulai kuminum secara dikit demi sedikit sampai habis, memang benar beberapa saat kemudian aku merasakan tubuh dan pikiranku agak tenang, rasa gorgi sudah mulai menghilang, dan aku juga merasakan ada aliran hangat yang mengaliri seluruh syaraf-syaraf tubuh ku. Aku tahu dia akan meminta ‘jatahnya’ malam ini. “Rupanya dia menyukaimu, dia minta izinku agar kamu bisa menemani dia semalam saja”, ucap Mas Ajik dengan pelan dan tertahan. Hubungan Sex kita pun tak pernah berbeda meski sudah mempunyai momongan,




















