“Enak aja minjem, ini tuh barang dagangan.”
“Ayolah Jay..”, rayuku.Akhirnya rayuan gombalku membuahkan hasil. Aku terdiam sesaat. Bokep India Kuelus pantatnya yang padat berisi. Kamu nyesel?” tanyaku. “Deni, kamu ngapain?” terdengar suara Tante Ida, ibu kost-ku, “Tidur ya?”
“Oh, enggak kok Tante”, jawabku sambil membuka pintu kamar. lumayan juga Den, mau dong semalem”, bisik Reza. Dia agak sedikit kecewa.Akhirnya kami sampai rumah, dan Aryo langsung masuk kamarnya di rumah induk. “Sialan Mas Deni!”, maki Aryo. “Gini lho Aryo, ‘ntar malam Mama ke Palembang sama Papa kamu. Kata DJ tiga film yang kupinjam bagus-bagus. Mata Aryo terus saja mengikuti film yang sedang diputar tanpa berkedip. Aryo menjawil pinggangku, “Kenapa sih Mas Den?”
Aku hanya tersenyum, “Ah anak kecil mau tau urusan orang dewasa aja!”Tak lama kemudian pintu kamar DJ terbuka, dan terlihat kamarnya yang berantakan.




















