“Lho.. Bokep Tante Mbak jorok nih” desis Shanti. Shanti terkejut. Kok ada yang mau sih?” Shanti sekarang melotot tak percaya. Tuti terkekeh. “Enak Shan?” desah Tuti dengan mulut berlumuran lendir Shanti. Shanti baru saja selesai menyapu lantai. Tuti mencium bau memiaw Shanti, dan Tuti puas sekali dengan harumnya memiaw Shanti. Udah deh.. Laki-laki juga doyan banget sama santan kita, apalagi kalo memiaw kita harum, tidak bau terasi”
“Idiihh Mbak saru ah!”
“Tapi aku yakin memiaw kita pasti wangi, soalnya kita kan minum jamu terus”
“Udah ah, lama-lama jadi saru nih” kata Shanti. Mereka terdiam lama. Tuti terus mencuci. Lidahnya bergumul dan menembus liang memiaw Shanti dengan lembut, Tuti tahu Shanti masih perawan dan ia tak ingin merusak keperawanan Shanti, lidahnya hanya menjulur tidak terlalu dalam, namun Tuti sudah dapat merasakan cairan asin hangat yang mengalir membasahi lidahnya dan Tuti mengendus-endus bau khas memiaw Shanti dengan sangat menikmatinya.




















