Dia memperhatikanku sejenak dan senyuman misterius itu hadir lagi.Dia pun membungkukkan tubuhnya,
“Hey, tukang ngintip cilik. Aku tidak diperbolehkan untuk keluar rumah selain ke sekolah tanpa dirinya.Empat bulan berlalu, rasa sayangku terhadap Erik mulai bertambah. XNXX Jepang Yayasan Bunda Erika, aku membacanya di sebuah papan nama di depan pintu masuk bangunan itu. Tepat jam 10.30 malam, aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku berbunyi. Dan setiba di kamar, aku memeluk Erik sambil mengucapkan terima kasih. Ballroom hotel itu sangat indah, Erik mempersiapkannya secara spesial. Dan aku pun bertanya, “Bunda, tamu istimewanya siapa sih? Temannya yang ikut bersamanya pun ikut memperhatikan diriku.“Ada apa Torian? Kata Erik, aku sangat cantik dengan baju itu, “Kamu cocok sekali dengan warna putih, sangat matching dengan warna kulitmu.. Tapi, tidak saat ini. “Kamu cantik ya Maria? “Hhh..!!”
“Tidak apa-apa..kalau Erik..tidak apa-apa.” pikirku.Aku memejamkan mataku erat-erat ketika Erik mulai memasukkan ‘senjata’nya ke dalam diriku.




















