Boleh yach?”“Dian takut Fik, kata temen-temen Dian, rasanya sakit banget, tidak mau ah.. Bel istirahat pun berbunyi, dan kami langsung menuju kantin untuk makan siang. Bokepindo teruzzsss.. Tapi sekarang aku yang bingung, karena dengan melihatnya bentuk tubuhnya saja (waktu di kantor), bisa membuat aku “konak”, sekarang seluruh tubuhnya sudah melekat erat ditubuhku (walau masih memakai pakaian lengkap).Kedua toketnya terasa makin mengeras, akhirnya kuputuskan untuk menikmati keadaan ini, karena jujur saja, kadang-kadang, dulu akupun sering menghayalkan betapa nikmatnya jika bercumbu dengan si Dian, apalagi jika berjalan di belakangnya, goyangan pantatnya ngajakin kita jual tanah (maksudnya ntar duitnya buat ngebayarin pantatnya, he.. Setiap harinya kami bisa akrab , dan teman teman kantor banyak yang mengira kalau aku dan Nisa pacaran, tapi aku cuek saja toh tujuan Nisa disini belajar dari sekolahan dan aku juga bekerja mungkin kebetulan saja kita bertemu jika ada hal yang dia belum mengerti aku dengan




















