“Nes.. Bokep Montok Aduuhh.. Dia memegang pinggul ku, terkadang meremas pantatku yang membulat. Dia langsung memijit lantai apartmentnya dan lift meluncur ke atas. Bikin Ines nafsu..” kataku sambil menundukkan kepala mulai menjilati dan kemudian mengulum kontolnya.Dia mengelus- elus rambutku yang panjang. Aduuhh pak! Sshh.. emangnya kenapa”. “Ines buka dulu ya pak” kataku sambil bangkit duduk dan membuka seluruh pakaiannya. Aku menggelengkan kepala ke kanan kekiri menahan nikmat. nonokmu enak banget Nes..” katanya. Uugghh..” erangnya berulang-ulang.Dia semakin kuat meremas2 dan memilin2 pentilku dan bibirnya terus menyapu seluruh wajahku hingga ke leher, sambil semakin mempercepat irama enjotannya. “Ih.. Kontolnya terus mengaduk2 nonokku semakin cepat lagi. Langsung pentilku disedot kuat2 kemudian dijilati dengan penuh nafsu.“Pak..! Setelah bosan dengan posisi itu, dia membalikkan tubuhku sehingga dia berada diatas. Apartmentnya type studio sehingga hanya ada satu ruang yang multi fungsi, kamar mandi dan pantri yang merangkap dapur.Dia merebahkan diri di ranjang.




















