aduh siapa ya namanya Ibu itu..” aku sedikit gugup.“Ya halo.. Bokepindo Kamu memang nakal kok”, katanya acuh tak acuh.“Rambut Ibu bagus loh, lebat dan hitam kayak yang di TV”, kataku mulai berani menggoda.“Ah masak sih..” katanya tersipu-sipu. oh..” tapi aku tidak mau keluar duluan. Aku lihat Ibu Tia memejamkan matanya sambil kedua tangannya bersedekap di bawah buah dadanya sehingga buah dadanya ketarik ke atas, membuat lebih jelasnya dua buah puting kembar di atas dua bulatan buah dada tersebut. Ibu Tia semakin membusungkan dadanya seakan-akan mau diserahkan buah kembar itu kepadaku dengan ikhlas. dari salon.. saya perhatikan Ibu hampir tiap minggu ke sini ya Bu?” namun pembicaraan ini tiba-tiba terputus.“Aduh Rul.. kee..










