“Tok, katamu kamu belum pernah punya pacar, benarkah?”, tanyanya yang langsung kujawab dengan anggukan sambil meniup kopi panasku agar agak dingin. “Mbak sudah benar, kalau Mbak bangun dan membantuku, bisa-bisa tambah kacau”, kataku sambil memikirkan pekerjaan yang akan kuhadapi besok. Bokep Japan “Melamun apa Tok”, tanya Iswani. “Oh ya Tok, karena besok kamu sudah mulai bekerja, nanti malam aku akan menginap di Banjar Baru agar tidak mengganggumu. Kedua tanganku memegang kedua payudaranya dari belakang badannya. Kucoba berputar-putar di sekitar teras. “Kenapa Mbak mau dimadu?”, tanyaku tambah penasaran. “Tumben Tok tidurmu sebentar, bangunmu pagi sekali ya, aku sempat melihatmu sibuk tapi karena masih ngantuk jadi aku pilih tidur lagi aja daripada membantumu”, komentarnya. Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 5.42 pagi. “Rugi!”, jawabku singkat dengan bergurau tanpa kupikir akibatnya.




















