“Iya, Bu” jawabku lagi. Bokepindo Tampak puting yang kecil berwarna coklat dan merah muda pada ujungnya. Takut kalau-kalau Ibu Titis berpikir untuk mendepakku dari perusahaan. Ibu juga pengen megang kok”, katanya sambil tersenyum. Dimana Mbak Titis, pikirku. Segera kuarahkan bibirku ke puting kanan. Kedua tanganku mencengkeram pegangan kursi. Kurasakan tangan Mbak Titis meremas lembut kemejaku. Tanpa ba bi bu, penisku langsung berdiri. Setelah Mbak Titis keluar dr ruanganku aku segera membereskan celanaku. Aku mencoba melingkarkan tanganku di punggung Mbak Titis. Bibir Mbak Titis lembut sekali, wangi dan itu membuatku semakin bernapsu. Pekerjaannya sangat sederhana yaitu merekam lagu, membuat iklan radio, dan mempersiapkan segala hal yang sifatnya off-air. Payudara yang selama ini hanya ada dalam imajinasiku kini terpampang jelas di hadapanku.




















