Sekitar 10 menit kami berbicara, aqu mulai merasakan sedikit pusing di kepalaqu, badankupun limlung. Bokep Tobrut Selama hidup baru pertama kali ini, aqu pergi untuk menginap di hotel.Sewaktu pintu kamar di ketuk oleh Mas Berto, beberapa saat kemudian pintu kamar terbuka, dan kulihat Su’eng menyambut kami dgn hangatnya, Swamiku tak berlama-lama, kemudian ia menyerahkan diriku kepada Su’eng, dan kemudian berpamitan.Dgn lembut Su’eng menarik tanganku memasuki ruangan kamar itu. Mas Berto mengangguk-angguk mendengarkan ucapakanku.Kemudian ia melanjutkan,“Kamu tahu maksud kedatangan Su’eng tadi sore. Sampai saat ini kejadian ini tetap masih berulang. Aqu menyadari Mas Berto sedang suntuk, jadi lebih baik aqu menahan diri sehingga tak menimbulkan masalah baru. Bahkan sampai larut malam dan dalam kondisi mabuk.Pernah sewaktu kutanyakan, kemana saja kalo pulang terlambat. Mas Berto mengangguk-angguk mendengarkan ucapakanku.Kemudian ia melanjutkan,“Kamu tahu maksud kedatangan Su’eng tadi sore.




















