kemarin saya makan mangga, 2 buah”.“Coba ibu baring disitu, saya perika dulu”.Sekilas paha putih mulusnya tersingkap ketika ibu muda ini menaikkan kakinya ke dipan yang memang agak tinggi itu.Seperti biasa, Aku akan memeriksa pernafasannya dulu. Indo bokep Pertanyaan yang biasa. masa .. Ya .itu”, katanya sambil tersengal-sengal. Agar aku lebih leluasa memeriksa daerah dadanya.“Engga apa-apa Dok”, kata ibu itu sambil membantuku menahan kaosnya di bawah leher.Karena kondisi daerah dadanya yang menggelembung itu dengan sendirinya stetoskop itu harus menempel-nempel juga ke lereng-lereng bukitnya.“Ambil nafas Bu”. Aku makin pusing. tak ada tanda-tanda kangker kok”.“Dok ..”, katanya serak sambil menarik tanganku, mata terpejam dan mulut setengah terbuka. Syeni sudah turun dari pembaringan. Kenapa memenuhi semua permintaan yang tak wajar itu? Putihnya . “Maass .. “Mas hebat mainnya .”.“Ah . “Oh ya ..?”“Si Koko belum pengin punya anak”. Diantara mereka bahkan tidak mengeluhkan tentang penyakitnya saja, tapi juga perihal kehidupan rumah tangganya,




















