Baru satu orang yang beli.”
“Ya sudah. Bokep Arab Aku tetap bertahan di tempatku berdiri, tetap menyaksikan anak laki-laki penjual kantong plastik di dekat tiang lampu merah yang juga masih berjualan. Gila. Seharian ini, aku memang dirundung hujan, dan aku tidak berlari. Aku tidak tahu tapi aku teramat jengkel dengan diriku sendiri. Aku sudah terbiasa seperti ini. Dua jam berlalu, baru satu pengendara yang berhasil membeli kantong plastiknya. Pikiranku mendadak kacau. Dua jam berlalu, baru satu pengendara yang berhasil membeli kantong plastiknya. Malam semakin larut. Astaga. Semoga berkah,” ucap anak laki-laki itu sambil menunduk-nundukkan badannya. Aku tetap bertahan di tempatku berdiri, tetap menyaksikan anak laki-laki penjual kantong plastik di dekat tiang lampu merah yang juga masih berjualan.




















