Aku belum bisa mengambil keputusan sampai akhirnya aku masuk ke kelas.Aku mengetuk pintu kelas dahulu.“Permisi pak Warno, maaf saya tadi dipanggil pak Edy”, aku memberikan keterangan.Pak Warno tersenyum dan menyilakan aku masuk,“Ya Eliza, bapak sudah diberitahu Jenny. Bokep STW Aku menyeka bibir liang vaginaku dan sekitarnya yang belepotan sperma dan cairan cintaku. Aku mulai menderita dalam kenikmatan yang amat sangat ini, keringatku makin bercucuran membasahi sekujur tubuhku. Aku merasa sedikit menderita dengan keluar masuknya penis itu di liang vaginaku ini. “Gila kamu yah? “Saya juga pak”, Jenny ikut memberikan alasan. Tapi aku juga dalam kegundahan yang amat sangat, entah Jenny tahu atau tidak.Jenny sama sekali tak tahu, bahwa aku harus memutuskan, apakah aku akan menyerahkan Jenny kepada orang orang bejat itu, atau aku yang menyerahkan diri untuk dibantai di rumah kosong oleh sekitar 60 orang. Tadi kok nggak digerai gini sih waktu sama aku?”, goda Jenny.Aku hanya tersenyum




















