mm..” hanya suara itulah yang berulang-ulang keluar dari mulut Tika ketika aku menggerak-gerakkan ujung lidahku pada lubang memeknya. “Oke sayang, aku akan setia menunggumu di depan wartel belakang pos pungutan retribusi masuk, sudah ngga tahan nih mau ketemu denganmu” demikian jawaban singkat saya saat itu.Hampir setiap mobil, terutama petek-petek dan taxi kuamati isinya dan penumpang yang turun kalau-kalau ia naik kendaraan itu, meskipun sesekali juga kuperhatikan motor yang lewat jangan sampai ia naik motor. Bokep Mama Kejadian itu pasti tidak pernah terlupakan seumur hidupku.Sekitar 20 m aku bolak balik dari pelataran paling bawah ke pelataran paling atas di terminal itu, bahkan hampir semua warung dan tempat duduk-duduk para penumpang bis aku intip tanpa ada rasa segan, meskipun aku tetap agak malu kalau-kalau ada penumpang dari kotaku asalku yang mengenal dan memperhatikanku, yang bisa saja melaporkan sikapku itu pada istriku nanti.




















