Nyatanya, ia tidak berusaha mencuri pandang ke arah yang tidak-tidak seperti pria lainnya yang pernah ketemu aku. “Sar.., badan kamu indah sekali.., luar biasa.., cantik sekali”. Bokep Japan Semenjak itu, aku masih beberapa kali lagi melakukannya dengan Ditto, sampai ia dipindah tugaskan menjadi kepala pemasaran di daerah lain. Selama aku cocok dan dia cocok, aku easy going sajalah. “Paling-paling pergi sama teman-teman main badminton atau basket”. Aku menunggu apa reaksi dia kalau dia melihat bahwa ternyata kemeja yang aku kenakan ini tidak berlengan, sehingga kehalusan bahuku bebas dilihatnya.“Wah, ternyata nggak ada lengannya toh?, Bisa-bisa nanti orang hanya menempelkan selembar kain saja di bawah blazer”. Tiap kali jemarinya yang hangat itu menyentuhku, rasanya begitu nikmat hingga aku mengerang keenakan. “Uhh..”. “Aku Puput.” Jawabku sambil tersenyum semanis yang aku bisa. Aku segera kembali terpejam ketika mulut rakusnya kembali menyerang kedua susuku.




















