Karena keenakan ngomong jadinya kelepasan kalo saya sering main di warnet klub. Lama aku merenungkan rencanaku untuk mengenal pria itu lebih jauh lagi di klub besok, dan kalau benar dia ada aku akan mencoba sebisa mungkin untuk bisa berteman dengannya saja.Di gerbang TBE club, siswa-siswa seangkatanku mulai pemanasan dengan lari keliling lapangan sebanyak 20 kali. Bokepindo bisa kubayangkan kalau dia menciumiku, kalau saja dibelakangku ada matras, saya mau pingsan saja deh_saat itu khayalanku lagi terbang bebas_ sampai saat pikiranku lagi bertamasya, terdengar suara dari belakang memanggil namaku. Haruskah aku jadi pengecut terus. Ada yang ketinggalan.” Segera kubuka lokerku, kagetnya aku ternyata lokerku kosong, rupanya aku memang tidak pernah menaruh barang di situ. “Apa yang ketinggalan?”
“E.. Ada sekitar 10 pengunjung yang terdiri dari 3 orang pria dewasa, seorang Bapak-Bapak yang ubanan, sedangkan sisanya anak ingusan dan perempuan. maksudnya kakak mau chatting tidak sebentar malam..




















