Hanya tinggal celana dalam warna krem yang menutupi bagian rahasianya.Dengan leluasa kuremas payudaranya serta kujilati putingnya, payudaranya, bahakan semua aroma yang ditubuhnya, ciumanku turun sampai di luar garis celana dalamnya, ku cium, kupelorotkan sedikit demi sedikit celana dalamnya, sampai akhirnya terlepaslah celana dalam krem tersebut.“Aaaah!! Bokep Family Ooooh…” kejantananku ditelan habis oleh vaginannya.“Spesial buat kamu kak, muaaaah” katanya, sambil mengecup bibirku.Pinggul Reza mulai mengayun. Aaaah!” Pinggul Reza mulai terangkat, wajahnya seperti menahan sesuatu ketika kuciumi belahan kemaluannya.“Ooooh………! JANGAN LEWATKAN !! Ooooh……! Kami ngobrol beberapa saat, kulihat jam sudah menunjukkan pukul 4 lewat.“Aku pulang dulu ya Za, udah sore.”Aku berpamitan pada Reza.“Nginep sini wae, emang ga capek bolak balik? JANGAN LEWATKAN !! Hari H pun tiba, sejak pagi Aku sudah mandi dan berpakaian rapi menuju TPS lalu ke posko kemenangan Ayah, Aku berangkat sendiri ke posko sedang keluargaku berangkat menuju TPS agak siang, Aku malas bernagkat ke TPS siang




















