aaaaaggggghhh…..” Desah santi ketika aku mencium lehernya, dia menengadah sehingga aku dengan leluasa mencium bagian jenjang lehernya, bahkan tanganku mulai berada di area toketnya yang dengan lembutnya aku remas dengan kedua tanganku yang mulai nakal.Sambil aku lepas satu persatu bajunya “OOouuuggggghhh… Baaaraaaa…. Bokeb Santi memejamkan matanya sambil mendesah dan terus bergerak juga bagai penari ular beraksi.Semakin lama tubuhku semakin cepat bergerak, mungkin karena sudah lama aku tidak melakukan hal ini. Karena dia memang tinggal sendirian di sebuah rumah kontrakan yang dia sewa.Setelah mandi untuk menyegarkan badan akupun duduk santai di teras samping, sedangkan Santi masak untuk kami berdua makan malam. Sepulang dari cafe itu aku terdiam di dalam mobil dan Santi berkata “Bara itu cuma mantan aku..” Aku menoleh ke arahnya “Iya aku tahu…” Diapun kembali berkata “Tapi kenapa kamu diam saja.. Ketika kami menyantap makan siang kami tiba-tiba ada seorang pria yang mendekati kami dan dia




















