“Aaahh.. cuma kita berdua.. Bokep Family “Suami Ibu paling cepat 2 hari lagi pulangnya. sama-sama kesepian, kenapa tidak kita salurkan bersama,” kataku merajuk sambil terus berusaha mendekatinya tapi dia terus menghindar. “Ouughh jangaan Diik.. Sekitar jam 8 pagi aku bangun, kulihat sudah ada kopi yang sudah agak dingin di meja makan serta beberapa kue di piring.Mungkinkah ibu itu yang menyajikan semua ini. Dik punyaa kamu enak banget.. Segera tanganku beroperasi di dadanya. Kisah ini terjadi hampir setahun yang lalu.Umurku saat itu 30 tahun. Isteri dan anakku masih tinggal di Malang karena saat melahirkan anak kedua tinggal di rumah orang tuanya dan belum pulang ke Surabaya. Sebenarnya aku ingin pergi ke Malang tapi karena ada tamu, kutangguhkan kepergianku minggu depan.




















