“Jangan datang lagi ke sini. Itupun hanya sekali saja dalam sehari.Di bawah kerindangan pepohonan, aku memperhatikan mobil-mobil yang berlalu lalang. Bokeb Karena Nyonya Wulandan memang tidak segan-segan memberiku uang dalam jumlah yang tidak sedikit. Tidak ada satupun yang melirik apa lagi memperhatikan lamaran dan ijazahku. Dan tidak sepeserpun uang yang diberikannya itu aku gunakan. Juga suaminya yang lebih sering berada di luar kota atau ke luar negeri. Tapi aku perlu yang bisa setir mobil. Kurang..?”, tanyanya. Langsung disodorkan padaku. Sekujur tubukku mendadak saja jadi menggeletar seperti terserang demam, ketika dia menghampiri dan langsung melingkarkan kedua tangannya ke leherku. Baru seminggu saya datang dari kampung”, sahutku polos. Tiba-tiba pandangan mataku tertuju kepada seorang wanita yang tampak kesal karena mobilnya mogok.




















