Tampak di sofa ada keranjang laundry, wah ada panties merahnya, ternyata Kiko hot betul. Si Jendral masuk lagi dari belakang. Bokep Colmek Kiko mengajakku ke apartemennya tetapi baru ada subway jam 4:30. Wah masih belum tune, sebab yang keluar hanya suara desis dari mulut Kiko yang lama-lama keenakan. Pantatnya yang bulat indah, megal-megol menggoda untuk dimasuki. Jelas-jelas lagi enak. Akhirnya kami berjalan berpelukan menembus udara dingin fajar Osaka. Lembut kukecup bibir Kiko yang merekah. Walaupun terasa vaginanya licin dan basah, tetapi sempit sekali. Rapih juga ruangannya. Setelah kurang lebih 10 menit menggenjot liar, akhirnya saya cabut si Jendral, lalu kubalikkan tubuh Kiko. Kiko hanya mendesah sambil tubuhnya menggeliat merapat. Tangan satunya kini menyelinap di antara pahanya dan pahanya semakin dirapatkan.




















