Dia mau pulang dulu ngeliat orang tuanya sakit katanya sih begitu, kata Iin.Setelah beberapa lama menyodoknya,Terus dong Yg. Hanya suara kebetan majalah yg kubuka cepat yg terdengar selebihnya musik lembut yg mengalun dari speaker yg ditanam di langitlangit ruangan.Langkah sepatu hak tinggi terdengar, pletakpletokpletok. Bokeb Aq perhatikan ia sejak bangkit hingga turun. Ke bawah lagi: Tdk. Aq masih termangu. Sudahlah. Aq menanti dengan debaran jantung yg membuncahbuncah. Sekarang hitung penumpang angkot dan supir. suara itu mengagetkanku. Ah.., selangkanganku disentuh lagi, diremas, lalu ia menjamah betisku, dan selesai.Ia berlalu ke ruangan sebelah setelah membereskan cream. Membuatku tdk berani. Astaga. Astaga. Aq duduk di belakang, tempat favorit. Jangan cuma ditunjuk dong, dipegang boleh. Aq tiduran sambil baca majalah yg tergeletak di rak samping tempat tidur kecil itu. Hap.Mau pijit lagi..? Betisnya mulus ditumbuhi bulubulu halus.




















