Entah kenapa aku tak lagi ragu. Astrid pintar bikin alasan untuk tidak perlu datang ke kantor cabang. Link Bokep Berapa umurmu?” Tanya Pak Gino.“24 tahun, Pak”“Sudah lama jadi supir?”“3 tahun, Pak”“Oke, Dimas. Dilumatnya aku dengan rakus dan beringas. Mobil kamu bawa. Dan aku benar. “Pangil aku Astrid saja. Dan ia selalu meminta, meminta dan meminta. Yang jelas aku tak pernah berani menatapnya dari balik spion.Pagi ini aku mengantar Bu Astrid ke bandara Juanda. Di kantor, para karyawan demikian segan dan hormat padanya, dan tak pernah ada yang bicara buruk tentang perempuan luar biasa ini.Di mobil, ketika tak sedang menelepon, Bu Astrid tak banyak bicara. Bu Astrid majikan ku langsung memimpin rapat para karyawan. Di malam hari suasana cottage itu syahdu benar, dengan tanaman rindang, lampu redup di seputaran cottage dan deburan ombak laut tak jauh dari cottage. Besoknya aku menyetorkan uang ke tabunganku tanpa bilang-bilang istriku.




















