Satu demi satu pakaian kami tanggalkan. Bokepindo “Engga cape , Vi, Kok belom bobok ?” tanyaku membuka percakapan. Ntar dicoba yah” Mulai pasang aksi lagi nih, pikirku. Akhirnya kami memisahkan diri dari keramaian. Sampai pada hari yang dinanti-nanti,sekali lagi Tia mendominasi ku. Ada apakah ini, Tuhan?Hari itu hujan cukup deras mengguyur kota Cirebon, hingga akhirnya di kantor hanya tersisa aku, Evi dan satu teman lagi. Semua pria pasti langsung jatuh hati pada Tia bila melihatmya. Sepanjang jalan, tangan Evi selalu menggelanyut manja dan kepalanya di sandarkan dilenganku seakan tidak peduli berpasang-pasang mata menatap heran ke arah kami. Aku geser posisi dudukku mendekati Evi. Cemburukah dia?




















