ahh.. Bokepindo kita..”
Nia membalikkan tubuhnya,
“Aku tahu kok.. Kubaringkan dia di jok belakang, sambil terus menekan dadaku, memastikan dia tidak banyak bergerak. “Ssshh.. Sip, pikiranku mulai bergerak cepat dalam kondisi setengah sadar. “Ssshh.. “Ahh.. “Ahh.. ngnggnn.. Kulepaskan genggamanku pada batang kemaluanku, mengeleng-gelengkan kepalaku untuk memperoleh sedikit kesadaran. Waktu itu aku sedang sendiri. “Aaahh..” kurasakan nikmatnya saat tangannya menempel dan menggenggam batang kemaluanku. Dapat kubayangkan hubungan persahabatan kompetitif antara Enni dan Nia, ahh.. hh..” kubekap mulutnya dengan bibirku, nafasku mulai terengah-engah oleh nafsuku sendiri. Ray.. “Ahh.. as you wish.. Sekarang Enni menciumi dadaku dengan ganas, menggerak-gerakkan pinggulnya, “Ahh.. aku juga minta maaf..” Akhirnya siasat ini memang tak pernah gagal.Nia diam saja saat aku membalikkan tubuhku dan mengecup bibirnya.




















