“Boleh join kan?” Tanpa menunggu jawabannya aku langsung meletakkan nampanku dimejanya dan duduk. Bokep Crot pentilnya kujilatia.”Ohh.. “Sambil lalu ja mas, debat cawapres juga ngikuti sambil lalu”.“Terus komentar kamu?” “Sayangnya Capres 3 gak berkolaborasi dengan cawapres 1, kalo gak kan setanding dengan calon ke 2 dan pilpresnya bisa 1 putaran kan”. “Iya deh”. aku sudah enggak tahan, udah pengen dimasukkin”, pintanya. Dia membuka pahanya agak lebar. aku sudah enggak tahan, udah pengen dimasukkin”, pintanya. Tengah pembicaraan mulai mencair, datanglah seorang prempuan, rupanya ini tetangganya, mo jemput anaknya. Diarahkannya memekknya ke kontolku yang tegak menantang. entotin aku terus Mas.” Enak..” desahnya. “Aku Sintia, bapak?” “aku menyebutkan namanku, jangan panggil bapak lah, formal amat”. Enak..” desahnya. “Iya jablay”.Dia menanggapi obrolanku dengan santai juga, kadang tanganku mengelus pahanya. “Cuma berdua saja”, pancingku membuka pembicaraan. Suatu siang aku iseng nyari makan siang di satu mal. Dia membiarkan aku menggenggam tangannya erat. “Belum




















