Hehehe”. Bokep India Cinta terus berusaha mengulur waktu. Kini kartu AS mereka berdua sudah saling terbuka. Keduanya saling memandang. “Hehehe ya udah gak usah aja kalo gitu”. Cinta juga menerapkan standar yang tinggi untuk kekasih yang boleh menikmati kehangatan tubuhnya. Mungkin untuk alasannya, biarlah gadis cantik itu saja yang mengetahuinya sendiri. “So.. Direktur di sebuah perusahaan ekspor impor milik orang tuanya. Iya Om, Cinta lagi sibuk nyusun skripsi jadi gak sempet main kesana”. Tidak kalah mengejutkan lagi adalah kalau ternyata Om Rudi juga mengenal laki-laki paruh baya tersebut. Bayi besar bernama Om Rudi.“Om masih boleh kan nelpon kamu lagi?”. “Sekarang ini Om adalah pelanggan kamu dan kamu sepenuhnya berhak menentukan apakah menerima atau menolak tawaran Om”. Jawabannya tidak juga. “Kalo gitu kasi cium dulu dong hehehe”. Apalagi kalau memang benar Om Ridwan kenal dengan pembimbingnya, itu berarti keuntungan baginya.




















