Ramah sepertinya tidak habis pikir, kenapa saya tidak mau menjawabnya. Film Porno Sekali-sekali dirinya menggigil menahan dinginnya cuaca malam itu. Rokok sudah habis aku ambilkan tas kecilku yang di dalamnya ada alat perekam suara, langsung kuhidupkan. Ramah juga tidak mau kerja ini tapi orang tua Ramah sendiri menghancurkan masa depan Ramah. Diperselakan masuk sambil menarik tanganku kedalam, “kok takut-takut masuk donk bang, ngga apa-apa kok”. Sesampainya dalam café penulis menanyakan “Ramah minum apa ? Tangannya yang mulus, lembutnya belain penuh dengan rasa sayang. Roni mulai meningkatkan serangannya maaf pembaca “dengan menjilat milikku yang paling berharga”. Mendengar jeritanku Roni merasa kasihan dan menghentikan aksinya sebentar. Kuangkat poselku kulihat nomornya sepertinya tidak aku kenal.




















